Kamis, 12 Maret 2009

INDONESIA PADA PRASEJARAH

Secara geologi, wilayah barat Indonesia modern muncul kira-kira sekitar kala Pleistosen ketika masih terhubung dengan Asia Daratan. Sementara itu, wilayah timur Indonesia, yang secara geografis terhubung dengan benua Australia, mencakup Pulau Papua dan Kepulauan Aru sekarang, berumur lebih tua.

Makhluk mirip manusia yang menghuni wilayah ini yang diketahui adalah manusia Jawa, yang hidup sekitar 500.000 tahun lalu. Fosil-fosil Homo erectus ditemukan pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 di lembah sepanjang Bengawan Solo, seperti di Sangiran. Fosil Homo sapiens pertama ditemukan di dekat Mojokerto (Wajak), di tepian Sungai Brantas.

Pendatang berupa manusia modern yang keturunannya masih hidup pada masa kini masuk ke Nusantara paling cepat sekitar 100 ribu tahun yang lalu. Berdasarkan kemiripan peninggalan temuan gambaran-gambaran di gua, mereka diperkirakan merupakan pendahulu dari penghuni wilayah Melanesia dan Australia asli sekarang. Kebudayaan yang didukung adalah Paleolitikum (Batu Tua).

Kepulauan Indonesia seperti yang ada saat ini terbentuk pada saat melelehnya es setelah berakhirnya Zaman Es.

Para cendekiawan India telah menulis tentang Dwipantara atau kerajaan Hindu Jawa Dwipa di pulau Jawa dan Sumatra sekitar 200 SM. Kerajaan Tarumanagara menguasai wilayah Sunda sekitar tahun 400 sampai tahun 600 yang dilanjutkan dengan Kerajaan Sunda sampai abad ke-16. Pada tahun 425 agama Buddha telah mencapai wilayah tersebut.

Alur waktu

  • 2000 SM - Bangsa Austronesia melakukan imigrasi ke kepulauan Indonesia melalui Malaya ke Jawa dan juga Formosa, Filipina ke sebagian Kalimantan dan Jawa. Perpindahan ini tidak diketahui penyebabnya. Tetapi yang jelas bangsa Austronesia ini yang akan menjadi nenek moyang langsung Indonesia. Cara hidup mereka dengan berburu dan berladang. Alat yang digunakan anak panah dan tombak. Mereka hidup di gua-gua untuk sementara dengan mengembara berpindah-pindah tempat. Pada masa ini dikenal dengan sebutan zaman batu muda atau Neolitikum.
  • 500 SM - Terjadi perpindahan gelombang kedua. Perpindahan yang dilakukan sudah dengan membawa kebudayaan Dongson melalui jalan barat lewat Malaysia barat. Kebudayaan Dongson yaitu kebudayaan yang telah memakai logam sebagai alat bantu kehidupan dikenal dengan sebutan zaman perunggu. Mereka sudah mulai tinggal menetap.


PERIODISASI

Geologi

Berdasarkan geologi, terjadinya bumi sampai sekarang dibagi ke dalam empat zaman. Zaman-zaman tersebut merupakan periodisasi atau pembabakan prasejarah yang terdiri dari:

Arkaeozoikum

Zaman ini berlangsung kira-kira 2500 juta tahun, pada saat itu kulit bumi masih panas, sehingga tidak ada kehidupan.

Paleozoikum

Paleozoikum atau sering pula disebut sebagai zaman primer atau zaman hidup tua berlangsung selama 340 juta tahun. Makhluk hidup yang muncul pada zaman ini seperti mikro organisme, ikan, ampibi, reptil dan binatang yang tidak bertulang punggung.

Mesozoikum

Mesozoikum atau sering pula disebut sebagai zaman sekunder atau zaman hidup pertengahan berlangsung selama kira-kira 140 juta tahun, antara 251 hingga 65 juta tahun yang lalu. Pada zaman pertengahan ini, reptil berkembang dan menyebar ke seluruh dunia sehingga pada zaman ini sering pula disebut sebagai zaman reptil.

Neozoikum

Neozoikum atau zaman hidup pertengahan dibagi menjadi menjadi dua zaman, yaitu zaman Tersier dan zaman Kuartier. Zaman Tersier berlangsung sekitar 60 juta tahun. Zaman ini ditandai dengan berkembangnya jenis binatang menyusui.

Sementara itu, Zaman Kuartier ditandai dengan munculnya manusia sehingga merupakan zaman terpenting. Zaman ini kemudian dibagi lagi menjadi dua zaman, yaitu zaman Pleitosen dan Holosin. Zaman Pleitosen (Dilluvium) berlangsung kira-kira 600.000 tahun yang ditandai dengan adanya manusia purba.

Zaman pleistosen ditandai dengan meluasnya lapisan es di kedua kutub Bumi (zaman glacial) dan diseling dengan zaman ketika es kembali mencair (zaman interglacial). Keadaan ini silih berganti selama zaman pleistosin sampai empat kali. Di daerah tropika zaman glacial ini berupa zaman hujan (zaman pluvial) yang diseling dengan zaman kering (interpluvial).

Pada zaman glacial permukaan air laut telah menurun dengan drastis sehingga hanyak dasar laut yang kering menjadi daratan. Di Indonesia bagian barat dasar laut yang mengering itu disebut Dataran Sunda, sedangkan di Indonesia bagian timur disebut Dataran Sahul. Dataran Sunda telah menyebabkan kepulauan Indonesia bagian barat menjadi satu dengan Benua Asia, sedangkan Dataran Sahul telah pula menghubungkan kepulauan Indonesia bagian timur dengan Benua Australia. Itulah sebabnya fauna dan flora Indonesia barat mirip dengan fauna dan flora Asia dan sebaliknya fauna dan flora Indonesia timur mirip dengan Australia. Manusia yang hidup zaman pleistosin adalah spesies homo erectus, yang menjadi pendukung kebudayaan batu tua (Palaeolithicum).

Zaman pleistosin berakhir 10.000 tahun Sebelum Masehi kemudian diikuti oleh datangnya zaman Alluvium atau zaman Holosin yang masih berlangsung sampai sekarang. Dari zaman ini muncullah nenek moyang manusia sekarang, yaitu spesies homo sapiens atau makhluk cerdas.

Arkeologi

Zaman Batu

Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang. Zaman batu ini dapat dibagi lagi atas:

Zaman batu tua (Paleolitikum)
Zaman batu tua (palaeolitikum), Disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya periode ini disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat sederhana. Pendukung kebudayaan ini adalah Homo Erectus yang terdiri.
Zaman batu tengah (mesolitikum)
Pada Zaman batu tengah (mesolitikum), alat-alat batu zaman ini sebagian sudah dihaluskan terutama bagian yang dipergunakan. Tembikar juga sudah dikenal. Periode ini juga disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat lanjut. Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens (manusia sekarang), yaitu ras Austromelanosoide (mayoritas) dan Mongoloide (minoritas).
Zaman batu baru (Neolitikum)
Alat-alat batu buatan manusia Zaman batu baru (Neolithicum) sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Di samping tembikar tenun dan batik juga sudah dikenal. Periode ini disebut masa bercocok tanam. Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens dengan ras Mongoloide (mayoritas) dan ras Austromelanosoide (minoritas).

Zaman Logam

Pada zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alat-alat dari batu. Orang sudah mengenal teknik melebur logam, mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkannya. Teknik pembuatan alat logam ada dua macam, yaitu dengan cetakan batu yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lilin yang disebut acire perdue. Periode ini juga disebut masa perundagian karena dalam masyarakat timbul golongan undagi yang terampil melakukan pekerjaan tangan. Zaman logam ini dibagi atas:

Zaman tembaga
Orang menggunakan tembaga sebagai alat kebudayaan. Alat kebudayaan ini hanya dikenal di beberapa bagian dunia saja. Di Asia Tenggara (termasuk Indonesia) tidak dikenal istilah zaman tembaga.
Zaman perunggu
Pada zaman ini orang sudah dapat mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3 : 10 sehingga diperoleh logam yang lebih keras.
Zaman besi
Pada zaman ini orang sudah dapat melebur besi dari bijinya untuk dituang menjadi alat-alat yang diperlukan. Teknik peleburan besi lebih sulit dari teknik peleburan tembaga maupun perunggu sebab melebur besi membutuhkan panas yang sangat tinggi, yaitu ±3500°C.

Zaman logam di Indonesia didominasi oleh alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam juga disebut zaman perunggu. Alat-alat besi yang ditemukan pada zaman logam jumlahnya sedikit dan bentuknya seperti alat-alat perunggu, sebab kebanyakan alat-alat besi, ditemukan pada zaman sejarah.

Antara zaman neolithicum dan zaman logam telah berkembang kebudayaan megalithicum, yaitu kebudayaan yang mengunakan media batu-batu besar sebagai alatnya, bahkan puncak kebudayaan megalithicum justru pada zaman logam.


source: wikipedia.org

ZAMAN PRASEJARAH

Prasejarah atau nirleka (nir: tidak ada, leka: tulisan) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada masa di mana catatan sejarah yang tertulis belum tersedia. Zaman prasejarah dapat dikatakan bermula pada saat terbentuknya alam semesta, namun umumnya digunakan untuk mengacu kepada masa di mana terdapat kehidupan di muka Bumi dimana manusia mulai hidup.

Batas antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah adalah mulai adanya tulisan. Hal ini menimbulkan suatu pengertian bahwa prasejarah adalah zaman sebelum ditemukannya tulisan, sedangkan sejarah adalah zaman setelah adanya tulisan. Berakhirnya zaman prasejarah atau dimulainya zaman sejarah untuk setiap bangsa di dunia tidak sama tergantung dari peradaban bangsa tersebut. Salah satu contoh yaitu bangsa Mesir sekitar tahun 4000 SM masyarakatnya sudah mengenal tulisan, sehingga pada saat itu, bangsa Mesir sudah memasuki zaman sejarah. Zaman prasejarah di Indonesia diperkirakan berakhir pada masa berdirinya Kerajaan Kutai, sekitar abad ke-5; dibuktikan dengan adanya prasasti yang berbentuk yupa yang ditemukan di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur baru memasuki era sejarah.

Karena tidak terdapat peninggalan catatan tertulis dari zaman prasejarah, keterangan mengenai zaman ini diperoleh melalui bidang-bidang seperti paleontologi, astronomi, biologi, geologi, antropologi, arkeologi. Dalam artian bahwa bukti-bukti pra-sejarah hanya didapat dari barang-barang dan tulang-tulang di daerah penggalian situs sejarah.


source: wikipedia.org

TIMELINE OF HUMAN PREHISTORY

All dates are approximate and conjectural, obtained through Anthropology, Archaeology, Genetics, Geology, or Linguistics. They are all subject to revision due to new discoveries or improved calculations. BP stands for "Before Present."

Paleolithic
Mesolithic
Neolithic
Chalcolithic
  • c. 3700 BC - Cuneiform writing appears and records begin to be kept.
  • c. 3000 BC - Stonehenge construction begins. In its first version, it consisted of a circular ditch and bank, with 56 wooden posts.[18]

By region

Old World
New World
source: wikipedia.org

IRON AGE

Iron Age

In archaeology, the Iron Age was the stage in the development ferrous metallurgy. The adoption of iron coincided with other changes in some past societies often including differing agricultural practices, religious beliefs and artistic styles, which makes the archaeological Iron Age coincide with the "Axial Age" in the history of philosophy.

source: wikipedia.org

BRONZE AGE

Bronze Age

Ox-drawn plow, Egypt, ca. 1200 BC.

The term Bronze Age refers to a period in human cultural development when the most advanced metalworking (at least in systematic and widespread use) included techniques for smelting copper and tin from naturally-occurring outcroppings of copper ores, and then smelting those ores to cast bronze. These naturally-occurring ores typically included arsenic as a common impurity. Copper/tin ores are rare, as reflected in the fact that there were no tin bronzes in Western Asia before 3,000 BC. The Bronze Age forms part of the three-age system for prehistoric societies. In this system, it follows the Neolithic in some areas of the world.

The Bronze Age is the earliest period of which we have direct written accounts, since the invention of writing coincides with its early beginnings.


source: wikipedia.org

STONE AGE

Paleolithic

Map of early human migrations, according to mitochondrial population genetics. Numbers are millennia before the present (accuracy disputed).

"Paleolithic" means "Old Stone Age." This was the earliest period of the Stone Age. The Lower Paleolithic predates Homo sapiens, beginning with Homo habilis and the earliest use of stone tools some 2.5 million years ago. Homo sapiens originated some 200,000 years ago, ushering in the Middle Paleolithic.

Sometime during the Middle Paleolithic, humans also developed language, music, early art, as well as systematic burial of the dead.

Humans spread from East Africa to the Near East some 80 millennia ago, and further to southern Asia and Australasia some 60 millennia ago, northwestwards into Europe and eastwards into Central Asia some 40 millennia ago, and further east to the Americas from ca. 15 millennia ago. The Upper Paleolithic is taken to begin some 40 millennia ago, with the appearance of "high" culture. Expansion to North America and Oceania took place at the climax of the most recent Ice Age, when today's temperate regions were extremely inhospitable. By the end of the Ice Age some 12,000 BP, humans had colonised nearly all the ice-free parts of the globe.

Throughout the Paleolithic, humans generally lived as nomadic hunter-gatherers. Hunter-gatherer societies have tended to be very small and egalitarian, though hunter-gatherer societies with abundant resources or advanced food-storage techniques have sometimes developed a sedentary lifestyle, complex social structures such as chiefdoms, and social stratification; and long-distance contacts may be possible, as in the case of Indigenous Australian "highways."

Mesolithic

The "Mesolithic," or "Middle Stone Age" (from the Greek "mesos," "middle," and "lithos," "stone") was a period in the development of human technology between the Paleolithic and Neolithic periods of the Stone Age.

The Mesolithic period began at the end of the Pleistocene epoch, some 10,000 BP, and ended with the introduction of agriculture, the date of which varied by geographic region. In some areas, such as the Near East, agriculture was already underway by the end of the Pleistocene, and there the Mesolithic is short and poorly defined. In areas with limited glacial impact, the term "Epipaleolithic" is sometimes preferred.

Regions that experienced greater environmental effects as the last ice age ended have a much more evident Mesolithic era, lasting millennia. In Northern Europe, societies were able to live well on rich food supplies from the marshlands fostered by the warmer climate. Such conditions produced distinctive human behaviours which are preserved in the material record, such as the Maglemosian and Azilian cultures. These conditions also delayed the coming of the Neolithic until as late as 4000 BC (6,000 BP) in northern Europe.

Remains from this period are few and far between, often limited to middens. In forested areas, the first signs of deforestation have been found, although this would only begin in earnest during the Neolithic, when more space was needed for agriculture.

The Mesolithic is characterized in most areas by small composite flint tools — microliths and microburins. Fishing tackle, stone adzes and wooden objects, e.g. canoes and bows, have been found at some sites. These technologies first occur in Africa, associated with the Azilian cultures, before spreading to Europe through the Ibero-Maurusian culture of Spain and Portugal, and the Kebaran culture of the Levant. Independent discovery is not always ruled out.

Neolithic

Entrance to the Ġgantija phase temple complex of Hagar Qim, Malta[3]

"Neolithic" means "New Stone Age." This was a period of primitive technological and social development, toward the end of the "Stone Age." Beginning in the 10th millennium BCE (12,000 BP), the Neolithic period saw the development of early villages, agriculture, animal domestication, tools and the onset of the earliest recorded incidents of warfare.[4] The Neolithic term is commonly used in the Old World, as its application to cultures in the Americas and Oceania that did not fully develop metal-working technology raises problems.

Agriculture

A major change, described by prehistorian Vere Gordon Childe as the "Agricultural Revolution," occurred about the 10th millennium BC with the adoption of agriculture. The Sumerians first began farming ca. 9500 BC. By 7000 BC, agriculture had spread to India; by 6000 BC, to Egypt; by 5000 BC, to China. About 2700 BC, agriculture had come to Mesoamerica.

Although attention has tended to concentrate on the Middle East's Fertile Crescent, archaeology in the Americas, East Asia and Southeast Asia indicates that agricultural systems, using different crops and animals, may in some cases have developed there nearly as early. The development of organised irrigation, and the use of a specialised workforce, by the Sumerians, began about 5500 BC. Stone was supplanted by bronze and iron in implements of agriculture and warfare. Agricultural settlements had until then been almost completely dependent on stone tools. In Eurasia, copper and bronze tools, decorations and weapons began to be commonplace about 3000 BC. After bronze, the Eastern Mediterranean region, Middle East and China saw the introduction of iron tools and weapons.

The technological and social state of the world, circa 1000 BC.

The Americas may not have had metal tools until the Chavín horizon (900 BC). The Moche did have metal armor, knives and tableware. Even the metal-poor Inca had metal-tipped plows, at least after the conquest of Chimor. However, little archaeological research has so far been done in Peru, and nearly all the khipus (recording devices, in the form of knots, used by the Incas) were burned in the Spanish conquest of Peru. As late as 2004, entire cities were still being unearthed.

The cradles of early civilizations were river valleys, such as the Euphrates and Tigris valleys in Mesopotamia, the Nile valley in Egypt, the Indus valley in the Indian subcontinent, and the Yangtze and Yellow River valleys in China. Some nomadic peoples, such as the Indigenous Australians and the Bushmen of southern Africa, did not practice agriculture until relatively recent times.

Before 1800 AD, most populations did not belong to states. Scientists disagree as to whether the term "tribe" should be applied to the kinds of societies that these people lived in. Some tribal societies transformed into states when they were threatened, or otherwise impinged on, by existing states.[citation needed]

Agriculture made possible complex societies — civilizations. States and markets emerged. Technologies enhanced people's ability to control nature and to develop transport and communication.


source: wikipedia.org